assalamualaikum wr wb...

Ahlan wa sahlan semuanya...!!!
selamat bergabung dalam blog ini yah..
moga blog ini dapat berguna bagi kawan semua..

Sabtu, 04 September 2010

Tanggungjawab wanita muslimah

Para akhwat yang bercita-cita untuk menjadi wanita muslimah besar juga tangung jawab kita...

Ternyata ada dua periode kehidupan wanita muslimah :


1) Sebelum menikah

Diantara keutamaan muslimah sebelum menikah adalah menunaikan hak kedua orangtuanya. Demikian itu merupakan perintah Al-qur’an dan sunnah Nabi SAW. Nah,, inilah tanggungjawab kita terhadap kedua orangtua :


a. Birrul walidain (Berbuat Baik Kepada Orangtua)


Allah 'Azza wa jalla memberikan kedudukan tinggi dan mulia kepada orangtua. Allah SWT meletakkan kedudukan itu setelah iman dan tunduk patuh pada-Nya. Dapat dilihat dalam Quran Surat An-Nisa ayat 36.


Rasulullah SAW dalam haditsnya menempatkan BIRRUL WALIDAIN di antara dua amalan terbesar dalam Islam, yaitu shalat pada waktunya dan jihad di jalan Allah SWT. Shalat adalah tiang agama, sedangkan jihad merupakan puncak tertinggi amal di dalam Islam. Adakah kedudukan yang paling mulia yang diberikan Rasul selain kedudukan itu?


"Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW yang membai'at-nya untuk hijrah dan berjihad dengan tujuan mencari pahala dari Allah. Rasulullah SAW tidak langsung menerimanya, tetapi bertanya dulu, 'Apakah salah seorang dari kedua orangtuamu masih hidup?'Orang itu menjawab,'Masih, bahkan keduanya masih hidup.' Rasulullah SAW bersabda,'Bukankah engkau ingin mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala?" Dia menjawab,'Benar.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda,'Kembalilah kepada kedua orangtuamu dan pergaulilah keduanya dengan baik.' (HR.Muttafaqun Alaih)


Berbuat baik kepada kedua orangtua berarti tidak durhaka kepada keduanya dalam bentuk perkataan kasar, suara yang melampaui suara orangtua, berkata ‘uf’ atau ‘ah’, menyakiti hati keduanya, manganiaya keduanya, tidak menghormati keduanya, tidak memuliakan keduanya, termasuk membiarkan keduanya bekerja keras padahal mampu membantunya. Hendak muslimah mendahulukan berbuat baik kepada Ibu, lalu kepada Bapak.


“Pernah datang seorang laki-;laki kepada Rasulullah SAW dan bertanya, ‘Ya Rasulullah! Siapakah yg paling berhak saya pergauli dgn baik?’ rasulullah Saw menjawab, Ibumu ‘orang itu bertanya lagi, ‘Siapa lagi? Rasulullah SAW menjawab, Ibumu ‘siapa lagi?’ “Ibumu”. Kemudian siapa lagi? Rasulullah Saw menjawab, “Bapakmu”. (HR Muttafaqun ‘alaih).


Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui betapa mulianya seorang Ibu.


b. Menghormati karib kerabat


Menghormati kerabat dari jalur ibu dan bapak seperti paman, bibi, sepupu, dan saudara lainnya merupakan salah satu tanggungjawab kepada kedua orangtua, yaitu memellihara hubungan kekeluargaan.


Kedudukan menghormati dan berbuat baik kepada kerabat menempati kedudukan setelah berbuat baik kepada orangtua.


“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yg dekat dan tetangga yg jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yg sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisa (4) : 36).


c. Mendoakan kedua orangtua


Di anatar tanggung jawab muslimah kepada orangtuanya adalah selalu mendoakannya. Dalam hadits muttafaqun 'alaih diceritakan bahwa ada orangtua yang bertany-tanya kepada Allah SWT pada Hari Pembalasan karena mendapatkan nikmat surga. Allah SWT menjawab bahwa itu karena doa anaknya yang shaleh.


Allah memberikan tuntunan agar selalu mendoakan orangtua.


"Rendahkanlah dirimu dihadapan mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan doakanlah, 'Wahai, Tuhanku! Kasihilah mereka keduanya seperti mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil." (Al-Isra' : 24)


d. Memohon ampun untuk orangtua


Sebagai manusia biasa, orangtua sangat mungkin banyak melakukan khilaf dan salah. Hendaknya setiap muslimah memahami hal itu. Jadi, ketika mendoakan mereka, sertakan pula dalam doa itu permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala khilaf dan salah mereka. Ketika seorang anak kecil, kedua orangtuanya selalu mendoakan agar ia tumbuh besar, sehat, cerdas, dan beriman. Doa itu diucapkan dengan penuh kasih sayang tanpa putus. Sebagai anak pun mendoakan orangtuanya meskipun tentu tidak akan sebanding nilainya.


e. Menunaikan janji keduanya


Muslimah hendaknya menunaikan janji kedua orangtua ketika keduanya telah meninggal.


"Seorang wanita dari kabilah Juhainah datang kepada Nabi SAW, lalu bertutur,'Ibuku pernah bernazar untuk menunaikan ibadah haji tetapi meninggal sebelum sempat menunaikannya. Apakah aku harus berhaji untuknya?' Nabi SAW menjawab,'Ya, berhajilah untuknya. Bukankah engkau mengetahui bahwa jika ibumu mempunyai utang engkau yanag akan membayarnya? Tunaikanlah hajinya karena hak Allah itu lebih wajib untuk dipenuhi." (Hr Imam Bukhari)


Dalam riwayat lain, wanita itu berkata,"Ibuku mempunyai utang puasa selama satu bulan. apakah aku harus menggantinya?" Nabi SAW menjawab,"Berpuasalah untuknya." (HR ImamMuslim)


Oleh karena itu, penting bagi muslimah mengetahui dan menunaikan janji, termasuk utang kedua orangtuanya, sehingga hal itu dapat membebaskan keduanya dari pertanyaan Allah SWT di akhirat nanti.


f. Menyambung persaudaraan dengan kerabat kedua orangtua


Islam telah memberikan penghormatan kepada kaum kerabat, menganjurkan menyambung hubungan kekerabatan, dan sangat membenci orang yang menolak atau memutuskan hubungan kekerabatan. Dalam sebuh hadits dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk hingga ketika selesai menciptakan mereka, kaum kerabat berdiri seraya berkata, 'Ini adalah tempat kembalinya mereka yang kembali kepada-Mu setelah memutuskan silaturahim.'allah berfirman,'Benar. apakah engaku rela aku menyambung tali persaudaraan denganmu?'Kaum kerabat bertutur, 'Tentu,'Allah pun berfirman,'Demikian itu untukmu.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Jika mau, bacalah (ayat berikut)
"Apakah sekiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka." (Muhammad : 22-23)

Melalui ayat itu, Allah SWT memerintahkan manusia menyambung tali persaudaraan di anatara kerabat. Hal itu untuk memperluas kebaikan dan mewariskan keimanan pada Allah SWT melalui hubungan kekerabatan. Rasulullah SAW mencontohkan dengan setiap kali memasak makanan selalu dilebihkan agar dapat dibagikan kepada kerabat Khadijah RA sesudah wafatnya isteri beliau itu.


2) Sesudah menikah

a. Kepada suami


1. Taat kepada suami


ketaatan seorang muslimah kepada suaminya adalah perintah Allah 'Azza wa jalla. di balik perintah itu, terkandung keutamaan-keutamaan.


a.Masuk pintu syurga dari pintu mana pun yang dikehendaki.


Menurut Rasulullah SAW,"Jika seorang wanita shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, dan taat kepada suaminya, ia berhak masuk syurga dari pintu mana saja yang ia kehendaki." (HR.Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabrani)


b. Mendapat ampunan


Selain itu, "Burung-burung di udara, hewan di lautan, dan para malaikat memohon ampunan kepada Allah bagi wanita yang taat kepada suaminya dan suaminya ridha kepadanya." (HR.Muttafaqun Alaih)


Tentu ketaatan seorang isteri kepada suaminya itu selama suaminya mengajak kepada kebaikan dan tidak mengajak kepada maksiat kepada Allah SWT. sebagian ulama berpendapat, taat yang dimaksud adalah taat saat suami "memanggil dan mengajak" isteri.


b. Kepada anak


seorang muslimah disamping sebagai isteri dari seorang suami. juga menjadi pemimpin di dalam urusan kerumahtanggaan, terutama pendidikan anak. Maka peran ini sangatlah menentukan bagi kelangsungan masa depan anak. Peran ini lebih pas diperankan oleh seorang ibu, karena ibulah yang paling banyak berinteraksi dengan anak, mengerti dunia mereka dan memiliki kasih sayang terhadap mereka.


seorang ibu memiliki peran dominan dalam hal ini, maka tanggungjawab ini mesti dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh seorang ibu. Tanggung jawab ini adalah tanggung jawab dunia akhirat. Apabila bagi keluarga dakwah, tanggung jawab ini sekaligus merupakan tanggung jawab masa depan dakwah.


c. Kepada keluarga suami


Sejak awal menikah, seorang muslimah telah menjadi bagian dari keluarga suaminya. Interaksi, adaptasi dan komunikasi telah dilakukan sejak itu. Proses itu telah menyatukan anatara dirinya dan keluarga suami sehingga pada akhirnya masing-masing bisa saling memahami dan saling pengertian. Karena proses inilah, maka seorang isteri punya kewajiban menjaga nama baik keluarga besar suami, menjaga rahasia-rahasia dan hubungan harmonis di antara mereka.


Berbahagialah seorang muslimah yang berhasil menjadi jembatan hubungan harmonis antara dirinya, keluarganya dan keluarga suami.


Semoga kita semua termasuk wanita muslimah yang dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut. Dan dapat dipertanggungjwabkan di hadapan Allah SWT, yaitu beribadah kepada-Nya dan melaksanakan fungsi kekhalifahan di atas muka bumi.


"Siapa saja yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki meupun perempuan, sedangkan ia beriman, mereka itu masuk ke dalam surga dan tidak dianiaya walau sedikit pun." (An-Nisa : 124)


SubhanaAllah,,,,,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar