Rabu, 30 Desember 2009
Makna Tambah Umur Bagiku
Minggu, 20 Desember 2009
Kasih Sayang Ummi
.jpg)
Alhamdulillah…
Saya hadir di tengah keluarga yang Alhamdulillah harmonis dan penuh dengan canda tawa,,
Menurut cerita, ketika saya di dalam perut sang ummi (upps.. saya biasa panggil ibu itu ummi) saya di ajak ke kampus, di bawa pulang pergi serang-tangerang, jalan2 kemana aja.. Saya bertanya-tanya apakah tidak berat ummi selalu membawa saya setiap kali pergi?? Belum rasa mual dan tidur tak nyenyak?? Perjuangannya..
Dan ketika saya dilahirkan berkat atas izin-Nya.. tak terbayangkan rasa sakit dan khawatir yang dirasakan oleh seorang ibu.. Subhanaallah lahirlah anak perempuan yg sangat imut,,^_^ Perjuangannya yg tak bisa terbalaskan..
Ketika saya kecil, saya mulai hidup bertiga di rumah yg cukup sederhana.. tak masalah yg penting saya selalu bersama mereka. Ummi suka bercerita, yg paling saya ingat itu dalam ceritanya : saya suka bermain buaya-buayaan (hhaa maklum masih kecil..) saya selalu naik ke atas bangku dan berkata..”ummi,,,ummi,, naik kesini!! hati-hati di bawah banyak buaya.. nti ummi di makan buaya”…(sambil teriak dan berusaha menolong ummi) *_* ummi berusaha main bersama..
Saat saya mulai memasuki bangku sekolah,, ummi mengantar ke sekolah walapun saya tau ummi harus mengajar.. dengan ikhlasnya beliau mengantar…
Saat saya sudah mulai dewasa.. saya mulai merasa ingin membuat sesuatu yg baru hidup di lingkungan yg baru… dan saya putuskan untuk pergi menuntut ilmu ke luar kota yg jauh dari lingkungan yg saya tempati sekarang.. Dan ummi selalu mendukung saya.. walapun saya tw ummi tak ingin jauh dari saya.. tapi beliau ikhlas demi keinginan anaknya..
ketika saya jauh, ummi selalu menyemangati, memberi nasehat, dan selalu berdoa untuk saya.. Harapannya..
Dukungan dan doanya selalu ada sampai sekarang saya di akademik kesehatan.. kasihsayangnya, nasehatnya, canda guraunya,, sungguh memberikan kekuatan kepada saya.. dan sangat memotifasi..
Jika sama-sama kita renungkan..
Apa yg sudah kita perbuat untuk ibu???
Apakah kita pernah membuatnya menangis?? Apakah kita telah menyakiti dengan kata-kata yg tidak kita sadari?? Apakah di saat ibu membutuhkan kita ada?? Padahal ibu selalu ada dikala kita membutuhkannya.. walaupun dengan sebuah doa..
Lalu.. apa yg sudah kita berikan kepada ibu??
Marilah kita memaknai Hari Ibu ini dengan lebih menghormati jasa dan pengorbanan ibu kita yang telah membesarkan kita…
Semoga bisa di jadikan bahan renungan yg dapat memperbaiki akhlak kita kepada orangtua kita..
Jazakumullah khairon katsiron..
Sabtu, 19 Desember 2009
Hari Ibu

MAKNA HARI IBU…
Hari ini tanggal 22 Desember 2008 kita memperingati Hari Ibu yang dirayakan secara nasional. Di beberapa negara juga terdapat peringatanO Hari Ibu yang lebih dikenal dengan nama Mother’s Day. Walaupun ada perbedaan hari seperti di Amerika dan Kanada merayakan Hari Ibu pada hari Minggu di minggu kedua bulan Mei, namun maknanya tetap sama. Kata ibu disini mencangkup Ibu, Nenek maupun Calon Ibu.
Sejarah hari ibu di indonesia sendiri dimulai dengan diadakannya kongres pertama organisasi-organisasi wanita di Jogjakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Kongres perempuan ini kini dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia. Organisasi perempuan sendiri sudah bermula sejak 1912 yang terilhami oleh pejuang wanita nasional seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. ( sumber : http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/22/sejarah-hari-ibu/ )
Jadi jelas kongres perempuan ini bertujuan atau memiliki makna untuk ikut mengambil bagian dalam pergerakan nasional. Saat ini Indonesia sudah merdeka namun wanita selalu mengambil bagian dalam rangka pembangunan nasional. Di susunan kabinet menteri sudah sering wanita menduduki posisi menteri, bahkan menjadi presiden RI ke-5, yaitu Megawati Soekarno Putri. Peran wanita dalam pemerintahan pusat maupun daerah juga tidak dapat dipungkiri.
Ditengah keterbatasan wanita, ternyata wanita mampu untuk ikut berpartisipasi dalam dominasi dunia pria di Indonesia. Kita sudah sering melihat prestasi wanita dalam berbagai bidang seperti politik, sosial, teknologi, maupun olah raga. Walaupun masih banyak orang yang merendahkan kaum wanita namun mereka tetap dapat menunjukkan eksistensinya dalam berbagai bidang. Jika demikian apakah kita pantas untuk merendahkan martabat kaum wanita?
Terlepas dari peran serta wanita dalam berbagai bidang, hendaknya kita memaknai Hari Ibu karena peran besarnya dalam melahirkan dan merawat kita sehingga menjadi pribadi yang besar saat ini. Seringkali kita melihat di samping pemimpin besar selalu ada wanita yang tangguh. Baik sebagai istri maupun sebagai Ibu kita akan selalu melihat fenomena ini di Dunia. Jadi kita hendaknya harus selalu menghormati kaum wanita karena peran besar seorang Ibu yang tak dapat digantikan oleh kaum pria yaitu melahirkan Anak. Tanpa beliau kita tidak ada di muka bumi ini.
Mario Teguh menyebutkan dalam Golden Ways, hanya dengan memikirkan atau mengucapkan kata ibu maka kita langsung teringat dengan jasa Ibu kita, membuat diri kita terenyuh dan berpikir apakah saya sudah berbuat baik untuk membalas jasa besar Ibu kita? Jasa ibu sendiri tidak bisa kita gantikan dalam kehidupan ini.
Sebagai anak maka patutlah bagi kita untuk mendengarkan nasehat beliau dan merawat beliau kelak ketika sudah berumur. Sebagai seorang suami maka hendaknya suami selalu menghormati pendapat istri dan tidak menganggap rendah istrinya sehingga melakukan kekerasan rumah tangga karena kelemahan wanita.
Marilah kita memaknai Hari Ibu ini dengan lebih menghormati jasa dan pengorbanan ibu kita yang telah membesarkan kita…
Moga dapat berguna bagi kawan semua..
Jazakumullah khairon katstiro,,,
